Tuesday, August 13, 2019

Matematika ala Sujiwo Tejo


Ketika mendengarkan kata matematika banyak orang yang berpikiran bahwa matematika itu merupakan suatu ilmu pasti yang berkaitan erat dengan hitung menghitung angka. Padahal matematika merupakan suatu ilmu tentang konsisten logika seseorang. Seperti yang dikatakan oleh Sujiwo Tedjo bagi saya itu sangat tepat. Banyak orang tidak tertarik pada matematika karena pada awal diperkenalkannya di bangku sekolah, matematika hanya berisi dengan angka serta pengoperasiannya. Padahal matematika tidak sebatas dengan angka. Matematika merupakan suatu pola berpikir untuk menyelesaikan permasalahan-permasalahan dalam kehidupan bermasyarakat. Sujiwo Tedjo menegaskan bahwa matematika  bisa menyelesaikan masalah-masalah yang ada di Indonesia seperti  kemacetan, masalah freeport dan masalah-masalah lain yang ada di Indonesia.
Selain itu  matematika merupakan suatu ilmu yang mendasari berkembangnya ilmu-ilmu lain seperti fisika, astronomi, bahkan perkembangan teknologi. Bahkan matematika juga berhubungan dengan seni musik. Matematika merupakan logika yang bersuara. Pendapat yang dikemukakan oleh Sujiwo Tedjo sangat luar biasa, walaupun mungkin banyak orang yang belum dapat memahami. Tapi saya sebagai seseorang yang mendalami matematika, setuju dengan apa yang dikatakan oleh Sujiwo Tedjo. Selain tentang konsistensi logika seseorang, matematika sebenarnya juga bisa dikatakan sebagai ilmu bahasa. Dalam matematika suatu pernyataan yang panjang dapat ditunjukan dengan lambang matematika yang lebih singkat. Disinilah matematika bisa dikatakan merupakan suatu ilmu bahasa. Hal ini benar adanya, bahkan bagi saya matematika merupakan bahasa sehari-hari manusia. Hal itu bisa dilihat dari cara berpikir dan berkomunikasi  manusia dalam memenuhi kebutuhan hidupnya. Manusia tidak akan pernah lepas dari yang namanya angka dan selalu berlogika untuk menyelesaikan suatu masalah setiap harinya. 
Matematika merupakan ilmu tentang kesepakatan. Matematika selalu berbicara tentang persamaan walaupun di dalamnya ada pertidaksamaan itu hanyalah sebuah pengecualian. Sujiwo Tedjo mengajak kita untuk hidup seperti matematika. Kita tidak boleh membeda-bedakan satu sama lain. Walaupun kita ini beda agama, ras, suku dan lain-lain tetapi kita semua ini sama. Sama-sama membangun Indonesia. Dalam bermasyarakat kita juga terkadang menemukan perbedaan pendapat, maka dari itu kita harus belajar dari matematika untuk mencari kesepakatan dari pendapat yang berbeda-beda tersebut. Kita harus bisa melihat sisi lain yang ada di  matematika  untuk kita terapkan dalam kehidupan kita.  
Bagi saya semua hal yang dikemukan Sujiwo Tedjo mengenai matematika sangatlah luar biasa. Saya sendiri sebagai seseorang yang mendalami ilmu matematika sama sekali tidak menyangka seorang budayawan seperti beliau dapat berpikiran jauh tentang matematika. Beliau membuka mata banyak orang bahwa matematika tidak hanya tentang angka melainkan cara berpikir seseorang untuk menyelesaikan masalah. 3 hal yang bisa saya garis bawah bahwa matematika merupakan konsistensi logika, matematika merupakan suatu bahasa dan matematika merupakan kesepakatan. 3 hal itulah yang harus kita mulai kenalkan kepada anak-anak tentang matematika. Hal ini harus direalisasikan sejak di sekolah dasar. Seharusnya sejak sekolah dasar matematika tidak hanya diperkenalkan hanya mengenai angka. Tetapi juga harus diperkenalkan bahwa matematika merupakan konsisten logika atau cara berpikir seseorang serta matematika merupakan suatu bahasa dengan cara-cara yang bisa dipahami oleh anak-anak. Dengan begitu matematika nantinya tidak akan dipandang lagi sebagai sesuatu yang menakutkan maupun membosankan. Benar yang dikatakan oleh Sujiwo Tedjo bahwa matematika sangat penting dan berpengaruh dalam kehidupan masyarakat. Jika kita bisa memperkenalkan matematika secara tepat maka nantinya permasalahan yang ada di kehidupan masyarakat Indonesia dapat terselesaikan.

Melihat Sujiwo Tedjo menyampaikan pentingnya matematika dalam kehidupan dengan cara stand up comedy, itu merupakan cara yang unik untuk menarik perhatian orang-orang. Oleh karena itu, para pengajar seharusnya dapat mencontoh Sujiwo Tedjo dengan metode yang baru sehingga anak-anak dapat menerima penjelasan tentang matematika secara lebih mudah dan tidak membosankan. Mengajar seharusnya tidak selalu terpaku dengan satu cara tetapi juga bisa dilakukan dengan cara-cara lain. Apalagi yang diajarkan adalah matematika, sebagai seorang pengajar harus dapat menemukan metode mengajar yang tepat. Saya secara khusus beterima kasih kepada Sujiwo Tedjo yang telah mengajarkan betapa pentingnya matematika dalam kehidupan. Nantinya matematika harus diajarkan lebih baik kepada anak-anak. Sehingga Indonesia dapat terlepas dari masalah-masalah yang ada.

Thursday, June 14, 2018

Prinsip Cavalieri


Pada kesempatan kali ini akan dibahas mengenai bagaimana cara menemukan rumus volume suatu bola. Dalam pembahasan kali ini akan digunakan suatu konsep yang dinamakan Prinsip Cavalieri. Prinsip Cavalieri menyatakan bahwa,
Jika dua bangun ruang memiliki luas bidang irisan yang sama jika diiris pada ketinggian yang sama, maka kedua bangun ruang tersebut memiliki volume yang sama.
Dengan menggunakan prinsip ini, akan didemonstrasikan bahwa kedua bangun ruang di bawah ini memiliki volume yang sama.
Setengah Bola dan "Tabung dikurangi Kerucut"
Setengah bola memiliki jari-jari r. Bangun ruang di sebelah kanan adalah suatu tabung yang memiliki tinggi r dan jari-jari r yang dipotong oleh kerucut dengan tinggi r dan jari-jari r. Akan didemonstrasikan bahwa jika kedua bangun ruang di atas diiris pada ketinggian yang sama, bidang irisannya akan memiliki luas yang sama. Kemudian akan digunakan Prinsip Cavalieri untuk menunjukkan bahwa kedua bangun ruang di atas memiliki volume yang sama. Pada pembahasan kali ini, pembaca dianggap telah mengetahui rumus untuk menghitung volume tabung dan kerucut. Dengan demikian, volume “tabung dikurangi kerucut” di atas dapat dihitung. Setengah bola di atas seharusnya memiliki volume yang sama dengan “tabung dikurangi kerucut”. Bingung? Mari kita bahas secara lebih dalam.
Gambar sebelah kiri pada gambar di bawah ini merupakan suatu setengah bola yang memiliki jari-jari 15 cm. Kemudian setengah bola tersebut diiris dengan ketinggian 9 cm dari bawah dan menghasilkan bidang irisan yang berbentuk lingkaran. Di sebelah kanan setengah bola adalah suatu tabung yang memiliki tinggi 15 cm dan jari-jari 15 cm yang dipotong oleh kerucut yang memiliki tinggi 15 cm dan jari-jari 15 cm. Bangun ruang ini juga diiris dari ketinggian 9 cm dan menghasilkan suatu bidang irisan berbentuk menyerupai cincin.
Irisan Setengah Bola dan "Tabung dikurangi Kerucut"
Untuk menghitung nilai x pada gambar di atas, digunakan Teorema Pythagoras:
x2 + 92
x2
x2
x2
x
= 152
= 152 – 92
= 225 – 81
= 144
= 12
Sehingga luas dari bidang irisan lingkaran adalah,
Llingkaran = πr2 = π(12)2 = 144π
Kemudian akan dihitung luas bidang irisan cincin pada gambar kanan di atas. Karena tinggi dan jari-jari kerucut adalah sama, maka segitiga siku-siku besar di atas adalah segitiga sama kaki. Demikian juga dengan segitiga siku-siku yang kecil. Sehingga diperoleh y = 9.
Lcincin = πR2πr2 = π(152) – π(92) = π(225 – 81) = 144π
Pada penghitungan di atas menunjukkan bahwa kedua bidang irisan di atas memiliki luas yang sama.
Latihan
  1. Suatu setengah bola yang berjari-jari 15 cm diiris dari ketinggian 12 cm. Tentukan luas bidang irisan yang terbentuk.
  2. Suatu “tabung dikurangi kerucut” yang memiliki tinggi dan jari-jari 15 cm diiris dari ketinggian 12 cm. Tentukan luas bidang irisan yang terbentuk.
Pada pembahasan sebelumnya ditunjukkan bahwa dua bidang irisan dari dua bangun datar setengah bola dan “tabung dikurangi kerucut” memiliki luas yang sama jika diiris dengan ketinggian 9 cm dari alas. Pada latihan, juga ditunjukkan bahwa kedua bidang irisan pada soal nomor 1 dan 2 memiliki luas bidang irisan yang sama. Kemudian logis jika muncul suatu dugaan bahwa bidang irisan dari setengah bola dan “tabung dikurangi kerucut” memiliki luas yang sama apabila diiris dari ketinggian yang sama. Untuk mendemonstrasikan bahwa setengah lingkaran dengan jari-jari r dan “tabung dikurangi kerucut” yang memiliki tinggi dan jari-jari r, memiliki luas bidang irisan yang sama jika diiris dengan sebarang ketinggian h dari alas, akan ditemukan luas bidang irisan dari masing-masing bangun ruang tersebut dari ketinggian h.
Irisan Setengah Bola dan "Tabung dikurangi Kerucut"
Luas dari bidang irisan yang berbentuk lingkaran adalah πx2. Dengan menggunakan Teorema Pythagoras, diperoleh x2 + h2 = r2. Sehingga x2 = (r2h2). Dengan sedikit perhitungan aljabar, diperoleh luas bidang irisan lingkaran adalah π(r2h2).
Luas dari bidang cincin adalah πr2πy2. Akan tetapi, karena x dan y adalah kaki-kaki dari segitiga sama kaki, maka y = x. Sehingga diperoleh luas cincin adalah π(r2) – π(h2). Dengan pemfaktoran diperoleh, π(r2h2)
Karena dipilih sebarang tinggi, dan kedua bidang irisan di atas memiliki luas π(r2h2), maka kedua bangun ruang di atas (setengah bola dan “tabung dikurangi kerucut”) memiliki volume yang sama, berdasarkan Prinsip Cavalieri.
Volume dari “tabung dikurangi kerucut” dapat dihitung dengan mengurangkan volume tabung dengan volume kerucut. Volume yang diperoleh sama dengan volume setengah lingkaran.
Vtabung
= A x t
= (πr2)r
πr3
Vkerucut
= (1/3)A x t
= (1/3)(πr2)r
= (1/3)πr3
Sehingga, volume dari “tabung dikurangi kerucut” adalah πr3 – (1/3)πr3 atau (2/3)πr3. Dengan menggunakan Prinsip Cavalieri, setengah bola juga memiliki volume (2/3)πr3. Karena volume bola adalah dua kali volume setengah bola, maka dapat diperoleh volume bola. Nyatakan kesimpulanmu pada konjektur berikut ini


Belajar dari film "Everest"


It’s the attitude not the altitude – Scott Fischer
Makna hidup?
Setelah menonton film “Everest” banyak hal yang awalnya saya tidak menyadari dan saya dapatkan. Kebanyakan orang termasuk saya berpikir dalam menggapai sesuatu yang diinginkan kita harus bisa mendapatkannya secara mutlak bagaimanapun caranya tanpa memikirkan sisi-sisi yang lain . Seperti yang terlihat dalam film Everest para pendaki hanya memikirkan bagaimana cara menuju puncak tanpa memikirkan bahaya yang akan terjadi. Seperti pendaki yang bernama Doug Hansen yang menyadari bahwa fisiknya sudah tidak kuat dan telah disarankan oleh Rob Hall untuk tidak melanjutkan perjalanan. Rob Hall merupakan pemandu pendakian gunung Everest yang juga peduli terhadap kebersihan wisata gunung Everest. Doug tetap nekat untuk melanjutkan perjalanan dan pada akhirnya mencapai puncak. Namun pada saat perjalanan turun ia kehabisan oksigen. Rob dengan rasa bertanggung jawab menolong Doug supaya ia tidak meninggal dalam perjalanan. Namun sayangnya badai besar menghampiri mereka saat Rob berusaha membantu Doug turun dan mencari pertolongan. Pada akhirnya mereka meninggal karena kehabisan oksigen dan kedinginan. Nah dari sini saya mendapatkan hal yang baru bukan soal puncak tetapi sikap untuk mencapai puncak. Saya pernah merasakan bagaimana rasanya mendaki gunung. Saya awalnya menganggap hal itu mudah saya hanya menyiapkan minum yang cukup. Tapi ternyata hal itu tidak semudah naik tangga. Kita harus benar-benar menyiapkan fisik dan mental yang kuat. Nah dari situlah saya menyadari bahwa untuk mencapai sesuatu yang kita inginkan itu harus benar-benar menyiapkan segalanya. Tidak hanya semangat tetapi segala resiko yang ada harus juga kita ketahui. Apabila kita tidak bisa mendapatkan sesuatu puncak/tujuan yang kita inginkan, kita jangan memaksakan diri kita untuk mencapai tujuan yang kita ingin sampai harus mengorbankan nyawa kita. Kita  harus menyadari batasan yang kita miliki. Dalam mencapai tujuan itu juga kita tidak mencapainya senidiri. Kita sangat butuh bantuan orang lain. Kita jangan memaksakan ego dan rasa gengsi kita untuk mencapai tujuan yang tidak pernah dicapai orang lain. Jika kita memaksakan ego kita, kita hanya mencelakakan diri kita bahkan orang lain di sekitar kita. Maka dari itu saya memaknai hidup bukan untuk mencapai puncak tertinggi dalam hidup kita tetapi bagaimana kita melawan ego kita untuk mencapai puncak dengan melihat kondisi yang ada dan mencari puncak yang lain. Karena hidup bukan untuk satu tujuan tetapi banyak tujuan. Selain itu hidup kita juga bukan untuk diri kita sendiri tetapi hidup kita juga untuk orang lain. Kita sebagai manusia tidak bisa hidup sendiri melainkan hidup butuh pertolongan orang lain.
Kenapa manusia kalah dengan alam(gunung)?
Ada teori yang mengatakan bahwa manusia yang berhak untuk melestarikan dan menggunakan segala kekayaan alam dengan kata lain manusia lebih tinggi kedudukan daripada. Tapi setelah menonton film Everest hal itu salah. Jika kita dibandingkan dengan alam salah satunya gunung kita tidak ada apa-apanya. Bagi gunung  kita hanyalah debu yang mengotori gunung itu sendiri. Dalam film “Everest” pendaki kalah dengan alam(gunung). Kenapa hal itu bisa terjadi? Padahal dibanyak kesempatan manusia selalu bisa mengatasi alam. Menurut saya sikap manusia lah yang membuat manusia itu kalah. Kita menganggap diri kita itu diatas segalanya padahal kita hanya dibawah dari alam. Sebagai contoh gunung bisa tetap berdiri kokoh walaupun diterpa badai ataupun dirusak oleh manusia tetapi sebaliknya manusia tidak akan mampu tetap berdiri jika diterpa badai atau permasalahan yang lain. Nah sikap manusia yang sombong dan ego yang tinggi itulah yang membuat manusia itu lupa bahwa kita memiliki banyak kekurangan. Kita lupa bahwa dalam menghadapi alam kita harus benar-benar  menyiapkan segalannya. Kita harus juga menyadari kelemahan diri kita dan tidak memaksa diri kita untuk terus maju dalam menghadapi suatu tantangan atau keinginan. Kita harus bisa membuka diri kita dan mengakui bahwa kita  tidak bisa lebih baik daripada alam. Satu hal yang penting kita tidak akan pernah bisa mengalahkan alam(gunung) tapi kita bisa sama dengan alam(gunung) jika kita memiliki pengorbanan yang besar.
Makna kematian menurutmu?
Dalam film Everest ada beberapa orang yang meninggal dalam perjalanan. Tapi saya melihat kematian mereka hal yang berbeda. Doug Hansen, Andy Harris, Yasuko Namba. Bagi saya kematian mereka sangat disayangkan karena mereka meninggal karena sikap mereka sendiri yang memaksakan diri sendiri. Kematian mereka sangat sia-sia. Berbeda dengan kematian Rob Hall ia meninggal karena ia bertanggung jawab terhadap keselamatan mereka. Bagi saya kematiannya merupakan  kematian yang terpuji karena mengorbankan nyawanya demi nyawa orang lain yang walaupun nyawa pendaki tersebut tidak dapat ditolong. Maka dari saya memaknai kematian bukan sebuah ketakutan, apabila selama hidup kita sudah melakukan hal-hal yang benar maka saat  kematian menghampiri kita sudah siap. Kematian merupakan suatu hidup yang baru dan hidup yang baru itu didapatkan jika kita selama hidup kita melakukan hal-hal yang baik demi hidup kita sendiri dan demi orang lain. Dengan kata lain selama hidup kita jangan melakukan hal-hal yang berdosa.
Mengapa pengorbanan hidup begitu berarti dalam kehidupan ini?
Dalam hidup pastinya semuanya memiliki pengorbanan dalam mencapai sesuatu. Pengorbanan akan menjadikan kita menjadi orang yang lebih maju. Apabila kita hanya berdiam dan tidak melakukan apa-apa pastinya kita tidak akan menjadi orang yang lebih baik. Terlihat dalam film Everest ketika Rob Hall mengatakan kepada Beck Weathers “Kamu membayarku, untuk membawamu turun dengan selamat ke bawah” mungkin Rob jika tidak melakukan hal itu, hidupnya tidak akan ada artinya apa yang telah dilakukan sekalipun dibayar mahal. Maka dari itu pengorbanan juga akan membuat kita lebih berarti. Jika kita tidak melakukan pengorbanan dalam hidup kita hanya sia-sia. Orang yang sukses itu merupakan orang yang memiliki pengorbanan yang besar dalam berbagai hal.
“Selalu ada kompetisi di antara orang-orang dan gunung, gununglah yang selalu menjadi pemenang” Anatoli Boukreev

Tuesday, August 8, 2017

Kampung Warna-Warni Jodipan



    Kampung Warna-Warni Jodipan merupakan salah satu dari puluhan kampung wisata tematik yang ada di Kota Malang. Kampung Warna-Warni ini terletak di tepian Sungai Brantas. Akses menuju kesana sangatlah mudah. Dari Balai Kota Malang kita tinggal menuju ke arah stasiun Kotabaru Malang kemudian berbelok ke kanan sekitar 100 meter kita sudah dapat melihat rumah-rumah berwarna-warni dari jembatan yang berada di atas Sungai Brantas. 

    Ketika saya berkunjung kesana, saya sangat terpukau dengan keindahan warna-warni perumahan yang ada disana. Saya menempuh perjalanan ke Kampung Warna-Warni Jodipan hanya dengan jalan kaki. Posisi awal saya berada di SMAK Cor Jesu. Awalnya saya ingin mencoba merasakan naik bus tingkat Macito untuk berkeliling kota Malang. Namun, pada hari itu saya kurang beruntung karena bus Macito digunakan untuk anak-anak Sekolah Dasar. Akhirnya memutuskan untuk berjalan ke Kampung Warna-Warni Jodipan. 
     
   Pemandangan indah sudah tampak ketika saya berada di jembatan Sungai Brantas. Biaya masuknya sangat murah. Kita hanya perlu mengeluarkan uang Rp 2.000,- Perjalanan di dalam kampung ini pun sangat asyik. Kita berjalan melewati celah-celah kecil sambil menikmati gambar 3 dimensi yang terlukis di dinding-dinding perumahan penduduk disana. Berdasarkan berita yang beredar, di Kampung Warna-Warna juga akan dibangun jembatan kaca yang melintas Sungai Brantas. Jembatan kaca ini sama seperti jembatan kaca yang ada di China.

   So bagi kalian yang hobi fotografi, tempat ini sangat recomended untuk semakin melengkapi karya fotografi kalian. Ketika kalian di kota Malang jangan lupa buat list untuk berkunjung ke Kampung Warna-Warni Jodipan.

Create a lot of color in your life !!!

Tuesday, July 4, 2017

Mendinginkan Otak di Perpustakaan

Tidak sedikit mahasiswa dalam masa perkuliahan mengalami stres. Hal ini seringkali karena materi pembelajaran yang disampaikan oleh dosen sulit untuk dipahami, ditambah lagi dengan menumpuknya tugas-tugas yang diberikannya. Ketika mahasiswa mulai mencapai titik stresnya, banyak dari mereka yang membuat status "kurang piknik". Oleh karena itu kebanyakan mahasiswa ketika mengalami stres lebih memilih untuk jalan-jalan ke tempat rekreasi maupun ke tempat lain yang sedang hits. Hal itu tidak berlaku bagi saya. Ketika saya mulai merasa stres atau  jenuh dengan perkuliahan, saya biasanya menghilangkan rasa stres dengan berkunjung ke perpustakaan.
Ya, perpustakaan. Kebanyakan mahasiswa menganggap perpustakaan hanya sebagai tempat menyimpan buku atau referensi yang membantu mereka dalam perkuliahan. Kebanyakan dari mereka datang ke perpustakaan hanya karena terpaksa. Namun bagi saya perpustakaan lebih dari sekadar tempat menyimpan buku-buku atau referensi yang membantu dalam perkuliahan. Saya biasanya mengunjungi perpustakaan untuk mencari inspirasi. Tidak sedikit inspirasi yang saya dapatkan ketika berada di perpustakaan. Ketika saya dihadapkan dengan suatu pilihan ataupun suatu masalah, biasanya saya berkunjung ke perpustakaan hanya sekadar untuk duduk diam dan berpikir mencari jalan keluar atau solusi dalam mengatasi masalah tersebut.
Hampir setiap hari saya selalu berkunjung ke perpustakaan. Saya biasanya berada di perpustakaan sebelum ataupun sesudah jam perkuliahan dimulai. Saya senang berada di perpustakaan karena suasananya dingin. Selain itu, disana juga terdapat air minum gratis. Kebetulan saya anak kos. Bagi anak kos seperti saya, lumayanlah ketika lagi krisis air minum, pasti datang membawa botol air minum besar. Tidak hanya itu, di perpustakaan terdapat layanan Wi-Fi gratis. Di perpustakaan tempat duduk favorit saya di pojok kanan dekat komputer katalog dan ruang untuk memberi sampul pada buku. Karena saya sering berada di perpustakaan, teman-teman saya sampai mengatakan bahwa tempat tinggal saya di perpustakaan. Mereka pun tahu bahwa tempat favorit saya di perpustakaan ada di pojokan. “Dasar jomblo!!! Duduknya dipojokan terus”, ejek teman saya. Memang benar, saya lebih merasa nyaman berada di perpustakaan dibanding berada di kos.
Perpustakaan merupakan tempat yang paling berpengaruh dalam perkembangan akademik saya. Hal ini terlihat dari semakin sering saya berkunjung ke perpustakaan, semakin banyak ilmu yang saya dapatkan. Alhasil nilai saya di semester 3 semakin membaik. Tidak hanya dalam perkembangan akademik saja tetapi juga berpengaruh dalam perkembangan psikologis saya. Masih banyak lagi energi-energi positif yang saya terima ketika berkunjung ke perpustakaan. Saya sangat prihatin karena masih banyak mahasiswa yang tidak tertarik untuk berkunjung ke perpustakaan. Padahal perpustakaan tidak melulu soal tempat belajar, tetapi bisa dijadikan tempat untuk meditasi ataupun refreshing ketika sedang mengalami frustasi, depresi, galau, dan lain-lain.
Saya berusaha mengajak teman-teman saya untuk berkunjung ke perpustakaan. Salah satu cara yang saya lakukan yaitu ketika ada tugas kelompok maka saya selalu mengajak mereka untuk mengerjakannya di perpustakaan. Saya berharap dengan langkah sederhana tersebut, banyak mahasiswa yang semakin tertarik untuk berkunjung ke perpustakaan.
INGAT JUGA UNTUK BUDAYAKAN MEMBACA BUKU!!!

Monday, July 3, 2017

Tawa Sang Pemberontak

Saya ingin menceritakan pengalaman saya yang bagi saya pengalaman ini sangat asik buat dibaca dan bisa menjadi sedikit percikan api untuk menjadi pribadi yang lebih baik. Ketika itu HMPS Pendidikan Matematika mengadakan kegiatan bakti sosial di SD Timbulharjo Sleman, Yogyakarta. Isi bakti sosial sendiri yaitu mengajar anak-anak kelas 2, 3, 4, dan 5. Nah, posisi saya di kegiatan bakti sosial ini yaitu sebagai panitia kegiatan dan koordinator untuk mengajar kelas 3.
23 Maret 2016, merupakan pengalaman pertama saya mengajar siswa SD tetapi saya tidak sendirian. Saya ditemanin para pengajar yang lain. Ketika kami memulai kegiatan dengan memperkenalkan diri terlebih dahulu. Saya sebagai koordinator memperkenalkan diri terlebih dahulu.
“Selamat pagi adik-adik !” sapa saya.
“Selamat pagi !” jawab mereka dengan semangat.
“Perkenalkan nama saya Mateas Handy Wicaksono. Kalian bisa manggil mas Handy.” Kata saya.
“Haa... mas Mandi.” celetuk seorang anak laki-laki. Nama anak itu adalah Panji.
Lantas anak-anak yang lain pun juga memanggil saya mas Mandi. Awalnya saya bingung tetapi melihat mereka tertawa dengan nama tersebut, saya tidak mempermasalahkannya. Setelah saya memperkenalkan diri, kemudian dilanjutkan perkenalan diri dari pengajar yang lainnya.
Kegiatan pada hari pertama bakti sosial, berjalan abstrak. Kenapa abstrak? Karena sulit untuk dijelasin. Anak-anak sangat hyperaktif sehingga sulit untuk diatur. Banyak yang memberontak untuk belajar. Namun, ketika setelah diberikan soal mereka pun bisa diatur dan mereka semua mau mengerjakannya. Saat itu, saya membantu anak kembar yang luar biasa. Namanya adalah Doni dan Dani. Sampai sekarang saya belum bisa membedakan keduanya. Tetapi dalam belajar si Doni lebih tekun untuk belajar walaupun dia memiliki keterbatasan dalam menulis dan membaca. Semangat dari Doni itulah yang membuat saya sangat terkesan dan kagum dengannya. Saya memutuskan untuk selalu membantunya dalam mengerjakan soal-soal khsusnya soal matematika dengan kemampuan saya yang terbatas.
Hari kedua bakti sosial. Pada hari kedua bakti sosial “sedikit” berjalan lebih baik daripada hari pertama. Anak-anak mulai bisa dikendalikan dengan baik. Walau masih ada beberapa anak yang asik dengan mainannya baik Yoyo, congklak dan sebagainya( ini sekolah atau toko mainan). Saya tidak marah dengan tingkah laku mereka, tetapi saya merasa bahagia melihat mereka bisa tertawa bahagia melakukan yang mereka sukai. Ketika itu saya duduk bersama Panji. Awalnya dia sangat semangat, tetapi lama-kelamaan dia kelihatan mulai lemas.
“Kamu kenapa Nji?” tanya saya.
“Aku haus mas.”jawabnya.
“Ada minum gak? Kalo ada. minum aja gak apa-apa.” kata saya.
Dia pun mulai mencari air minum. Setelah minum, dia kembali bersemangat untuk belajar. Selain itu ada seorang anak perempuan, yang membuat menarik perhatian saya. Karena saya perhatikan mulai dari hari pertama baksos dan hari kedua ini dia selalu nangis. Lantas saya datang untuk menghampirinya. Saat saya bertanya “kenapa dia menangis?” Dia tidak menjawabnya. Saya bertanya berulang kali, tetapi saja dia tidak menjawabnya. Saya pun melanjutkan untuk mengajar anak-anak yang lain. Untungnya kegiatan bakti sosial hari kedua ini berjalan dengan lancar, tidak seperti pada hari pertama yang suasana seperti “neraka di dalam bumi”.
Hari ketiga bakti sosial. Hari ketiga baksos ini saya tidak mengikutinya dikarenakan saya mengikuti kegiatan week and moral di Syantikara. Selama kegiatan saya memikirkan apa yang akan dilakukan para pemberontak tersebut tanpa kehadiran saya. Tetapi ya sudahlah, saya tetap yakin pasti semangat mereka untuk belajar sangat tinggi.
Hari keempat bakti sosial. Pada hari keempat ini, saya datang ke sekolah lebih awal daripada rombongan yang lain. Kedatangan saya langsung disambut tawa dari mereka. Khususnya anak-anak perempuan yang lanngsung mengait dan menarik saya. Di kelas 3 ini ada yang membuat saya tertarik, yaitu adanya sebuah “geng” di dalam kelas. Ada beberapa geng laki-laki dan geng permpuan. Pada geng laki-laki, ada berisi sekumpulan anak-anak yang “luar biasa”. Geng tersebut dipimpin oleh big boss (badannya besar) Naufal dan beranggotakan si kembar, Panji dan beberapa anak laki-laki yang lain (saya lupa namanya). Geng ini sangat unik, mereka membuat keributan ketika big boss mulai memerintahkannya. Nah, pada hari keempat ada kejadian yang luar biasa. Ketika itu saat pembelajaran dimulai, terdengar suara seseorang seperti orang yang menggunakan “toa di unjuk rasa” meneriakan supaya nonton film. Duarr seperti pasukan perang yang lain juga ikut meneriakan film.
“Film !!! Film.. Film.. Film....!!!” teriak mereka satu kelas.
“Sttt..... tolong diam anak-anak.” Jawabku.
“Film.. film.. film.. film!!” teriak mereka lagi.
Setelah saya lihat-lihat ternyata biang keladinya adalah si Panji. Kemudian saya pun langsung mendekatinya.
“Nji.. sekarang waktunya belajar bukan nonton film” kata saya.
“Enggak mau. Kemarin katanya udah janji nonton film.” balasnya.
“Lah siapa yang janjiin nonton film? Mas kan gak ada janji.” tanya saya.
“Itu ada mas yang item keriting.” jawabnya.
“Mana orangnya?” tanya saya lagi.
Dia pulang langsung keluar dan mencari orang tersebut. Ternyata orangnya adalah kakak tingkatku. Saya pun secara tidak langsung merasa kecewa karena tidak selayaknya anak-anak diberi janji yang tidak dipertanggungjawabkan. Hampir 1 jam mereka berteriak meminta film. Disitu saya sudah mulai gigit jari untuk menghadapi mereka. Saya akhirnya datang kepada wali kelas mereka untuk membantu menertibkan mereka. Akhirnya mereka pun bisa tenang setelah wali kelas mereka masuk ke kelas. Akhirnya kegiatan bakti sosial pada hari tersebut bisa berjalan, walaupun waktunya cuma tinggal 20 menit. Sebelum pulang mereka meminta pertemuan berikutnya untuk diputarin film. Luar biasanya mereka mengancam apabila tidak diputarin film mereka memilih untuk pulang. Saya pun hanya bisa tersenyum dan menggaruk-garuk kepala meng-iya-kan permintaan mereka. Pada hari tersebut sungguh membuat hanya “stres” karena tingkah laku mereka. Tetapi dari sini saya belajar bahwa kita tidak boleh membuat janji dengan begitu saja tanpa bisa mempertanggungjawabkannya. Ucapan mudah untuk dilakukan tetapi perbuatan sulit untuk dilakukan.

Hari kelima bakti sosial merupakan hari penutupan baksos. Dalam acara penutup ini disampaikan pesan dan kesan dari perwakilan pengajar dan siswa. Saya pun mendapatkan kesempatan untuk menyampaikan pesan dan kesan saya. Saya mendapatkan pengalaman yang luarbiasa. Kita sebagai calon pendidik haruslah mengenal murid kita baik sehingga kita bisa membuat sebuah pembelajaran yang membuat mereka nyaman dan senang. Apalagi untuk guru SD, harus mampu membentuk mindset serta kepribadian anak secara baik dan benar. Jangan sampai ada hal-hal negatif yang mempengaruhi pembentukan kepribadian mereka. Terimakasih untuk tawa kalian “Sang Pemberontak Kecil” yang memberikan sesuatu yang bisa membuat saya untuk menjadi lebih baik.

Tuesday, June 20, 2017

Berbagi Kegiatan Sosial di Sosial Media

Bagi saya internet merupakan sarana yang sangat membantu saya dalam mengerjakan segala sesuatu. Baik itu tugas kuliah maupun tugas yang lainnya. Saya setiap hari tidak pernah bisa lepas dari yang namanya internet. Biasanya disaat berada di kampus, saya menggunakan wifi kampus untuk mengakses internet. Namun saat berada di luar kampus, saya mengakses internet menggunakan paket internet. Paket internet yang saya butuhkan adalah paket internet kuota. Paket ini saya pilih karena ke praktisannya. Jadi kita bisa mengatur penggunaan paket internet sesuai dengan kebutuhan kita.
Selain untuk mengerjakan tugas kuliah, saya juga menggunakan paket internet untuk berbagi kegiatan sosial yang saya ikuti ke sosial media. Saya melakukan hal ini sebagai bentuk keprihatinan saya melihat banyak orang yang lebih asik bersosial dengan orang lain melalui dunia maya dibandingkan dengan dunia nyata. Tidak sedikit akibat dari bersosial di sosial media berujung kepada tindakan kriminal. Hal ini bisa kita lihat dari berita di media massa mengenai tindakan kriminal yang awalnya dipicu dari perkenalan melalui sosial media.

Ketika saya berbagi mengenai kegiatan sosial di sosial media, banyak orang khususnya teman-teman saya yang mengapresiasinya. Ada yang berkomentar “Luar biasa yang kamu lakukan Han. Semoga bermanfaat bagi orang-orang.” Ada juga yang ingin mengajak untuk membuat kegiatan sosial bersama-sama. Melihat banyaknya tanggapan positif mengenai postingan yang saya bagikan ke sosial media. Saya pun memutuskan untuk terus melakukan kegiatan sosial dan mengajak semua orang untuk lebih peduli terhadap sesama secara langsung dibandingkan melalui sosial media. Karena pada dasarnya sosial media diciptakan untuk membantu dalam berinteraksi dengan orang lain yang jauh bukan menghilangkan interaksi dengan orang yang ada disekitar.